Pengertian ILO – Ketersediaan lapangan kerja yang sempit membuat tenaga kerja di Indonesia memilih melakukan migrasi ke negara lain yang membuka peluang besar dalam menciptakan lapangan kerja. Banyaknya jumlah buruh migran Indonesia memberi dampak positif yaitu mengurangi angka pengangguran di dalam negeri. Adapun dampak negatif seperti perlakuan tidak manusiawi terhadap buruh migran. Oleh sebab itu, dalam hal ini ILO berperan melindungi seluruh buruh yang memiliki masalah dalam ketenaga kerjaan.

Pengertian ILO

International Labour Organization (ILO) atau Organisasi Perburuhan Internasional adalah salah satu badan organisasi yang berdiri di bawah naungan PBB yang bertanggung jawab atas ketenaga kerjaan Internasiomal. Serta memiliki tujuan memberi pedoman dalam menciptakan undang-undang perburuhan yang berkaitan dengan hak dan kewajiban buruh.

Lokasi kantor pusat ILO berada di Janewa. ILO memiliki 180 negara negara anggota.

Sejarah Terbentuknya ILO

ILO dibentuk berdasarkan Traktat Versailes pada tahun 1919 bersamaan dengan berdirinya Liga Bangsa-bangsa (LBB). Tahun 2001, anggota ILO bertambah menjadi 174 negara. ILO merupakan organisasi internasional pertama dan satu-satunya yang terdiri dari tiga unsur, yaitu pengusaha, pekerja, serta pemerintah. Seluruh kebijakan program ILO ditetapkan oleh tiga unsur tersebut. ILO didirikan dengan tujuan sebagai berikut:

  1. Mempromosikan dan mewujudkan prinsip dan hak dasar di tempat kerja.
  2. Menciptakan kesempatan yang lebih besar bagi laki-laki dan perempuan untuk mendapatkan peluang kerja yang layak.
  3. Meningkatkan cakupan dan keefektifan perlindungan sosial untuk semua buruh atau tenaga kerja beserta keluarganya.
  4. Memperkuat tripatisme maupaun dialog sosial.
  5. Mencapai perdamaian abadi untuk terciptanya keadilan sosial.
  6. Menciptakan stabilitas dalam bidang ekonomi maupun sosial.

Program ILO di Indonesia

Program-program ILO untuk mendukung Indonesia:

  1. Penghapusan eksploitasi di tempat kerja.
  2. Menciptakan lapangan kerja dengan tujuan mengurangi kemiskinan dan memulihkan mata pencaharian terutama untuk kaum muda.
  3. Dialog sosial untuk pertumbuhan ekonomi dan prinsip dasar hak di tempat kerja.

Usaha ILO

Usaha yang telah dilakukan ILO, diantaranya:

  1. Perjanjian mengenai upah, jumlah jam kerja, serta umur maksimal dan minimal buruh atau pekerja.
  2. Memberika jaminan kesjahteraan hari tua.
  3. Ketentuan mengenai cuti atau libur untuk pegawai negeri.
  4. Mengusulkan undang-undang perburuhan untuk negara anggota ILO.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *