Jenis, Manfaat dan Prinsip Kerja Booting – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas seputar booting , tentu di era milenial ini setiap orang sudah mempumyai laptop nya masing masing apalagi era revolusi industry telah memasuki revolusi industry 4.0. lantas apa itu booting ? mari kita simak baik baik.

Pengertian dan Jenis Booting

Booting dalam bahasa Indonesia dapat diartikan dengan menghidupkan computer , booting juga terbagi ke dalam dua cara , yang pertama yaitu cool booting dan yang kedua yaitu warm booting. Kedua nya sebenarnya sama hanya saja keduanya dibedakan dengan pada kapan waktu kita harus malkukan cool boot atau warm boot.

Yang dimaksud dengan cold booting adalah proses booting komputer dalam keadaan mati dengan menekan tombol power sedangkan yang dimaksud dengan warm booting adalah kebalikan dari cool booting yaitu saat dimana komputer dalam keadaan hidup, warm booting bisa dilakukan dengan menekan tombol di keyboard secara bersamaan yaitu ctrl, alt,dlt.

Saat sebuah computer di jalankan , system akan mencri sebuah initial program yang akan memulai segala sesuatunya. Initial programnya ( initial bootstrap ) bersifat sederhana dan akan menginisialisasi seluruh aspek yang dibutuhkan oleh computer untuk beroperasi dengan baik seperti CPU register, controller dan yang terakhir adalah system operasinya.

Sebelum melakukan proses booting , terlebih dahulu kita harus melakukan hal hal berikut :

  1. Pastikan semua perangkat computer telah terpasang dengan benar.
  2. Pastikan arus istrik telah masuk dalam stabilizer yang telah terhubung ke CPU dan monitor.
  3. Pastika tidak ada floopy disk dan CD yang terpasang di computer.

Setelah tiga hal tersebut dilakukan kita bisa melakukan proses booting.

Prinsip Kerja Booting

Pengertian Booting adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa ingris yang mengacu pada proses awal meyalakan computer dimana semua register prosesor disetting kosong, dan status milkrosesor/prosesor disetting reset. Kemudian address oxFFFF diload di segment code(code segments ) dan intruksi yang terdapat pada alamat address oxFFFF tersebut dieksekusi.

Secara umum program BIOS (basic input outpot system) yaitu sebuah software dasar , terpanggil. Sebab memang biasanya BIOS berada pada alamat tersebut , kemudia BIOS akan melakukan cek terhadap semua error dalam memory, device device yang terpasang kepada computer seperti port – port serian dan lain lain. Inilah yang disebut dengan POST (power on self test )

Setelah cek terhadap system tersebut selesai, maka BIOS akan mencari system operasi, mematnya di memori dan mengeksekusinya, dengan melakukan perubahan dalam setup BIOS (kita dapat melaukannya dengan menekan tombol tertentu saat proses booting di mulai berjalan, kita dapat menentukan agar BIOS mencari system operasi ke dalam floppy disk , hard disk, CD –ROM, USB dan lain lainnya, dengan urutan yang kita inginkan, BIOS sebenarnya tidak memuat system operasi secara lengkap, ia hanya memuat satu bagian dari kode yang ada disektor pertama  ( first sector, disebut juga boot sector) pada media disk yang dintentukan tadi.

Dan perlu diketahui bagian/fragmen dari kode system operasi tesebut sebesar 512 byte dan 2 byte terakhir dari fragmen code tersebut haruslah oxAA55( disebut juga sebagai boot signature) jika boot signaur itu tidak ada, maka media disk dikatakan tidak bootabe, dan BIOS akan mencari system operasi pada media disk berikutnya.

Nah itulah sedikit artikel kita kali ini semoga bisa membantu kalian semua, jangan lupa share agar semakin banyak orang yang tau, sekian dan terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *