Cara Budidaya Tanaman Pisang Kepok

Cara Budidaya Tanaman Pisang Kepok – Menurut ilmu pertanian Pisang Kepok adalah salah satu jenis pisang yang memiliki banyak penggemar di Indonesia karena jenis pisang yang satu ini dapat dikonsumsi secara langsung sehabis dipanen.

Pisang Kepok yang masih muda bisa diolah menjadi beragam camilan ringan yang enak disantap sebagai kudapan pada waktu kumpul bersama dengan keluarga di waktu sore hari seperti dibuat keripik atau aneka olahan gorengan pisang yang ‘crispy’.

Pisang Kepok tidak sulit ditemukan di pasar – pasar tradisional hingga supermarket / pasar – pasar modern. Namun harganya relatif lebih mahal dibandingkan dengan jenis pisang yang lainnya. Hal ini lebih banyak dipengaruhi oleh permintaan di pasaran yang cukup tinggi tidak seimbang dengan pembudidayaan Pisang Kepok karena jenis Pisang yang satu ini rentan terserang hama dan penyakit.

Dibutuhkan pengetahuan dan teknik khusus agar budidaya Pisang Kepok dapat berhasil dipanen dengan baik dan menghasilkan ‘produktifitas’ yang cukup tinggi seperti terhadap cara budidaya buah – buahan lainnya. Maka dari itu anda harus dapat memanfaatkan peluang dan potensi usaha seperti bagaimana cara budidaya Pepaya Jingga atau Belimbing Madu. Di bawah ini kami berikan 6 cara menanam Pisang Kepok yang pasti berhasil.

1. Penentuan Lokasi

Masing – masing tanaman buah – buahan mempunyai karakteristik serta habitat asli dimana mereka mampu tumbuh dengan subur secara optimal.

Begitu juga terhadap tanaman Pisang Kepok ini pada tahap awal untuk menanamnya membutuhkan pekarangan yang cukup luas, maka anda harus terlebih dahulu menentukan lokasi dan tempat yang pas bagi Pisang Kepok untuk dapat tumbuh dengan subur.

Jika anda lalai dengan penentuan lokasi maka dikhawatirkan akan berimbas pada kondisi pertumbuhan tanaman serta produktifitas dan kualitas panen menjadi kurang bagus.

Maka dari itu sebelum menanam tanaman Pisang Kepok anda haruslah benar – benar memperhatikan hal – hal tersebut di bawah ini :

2. Iklim Lingkungan

Iklim lingkungan adalah salah satu faktor terpenting dalam pemenuhan persyaratan tanaman Pisang Kepok. Dengan kondisi iklim yang cocok maka diharapkan Pisang Kepok mampu tumbuh dengan sempurna dan akan menghasilkan buah yang berkualitas serta dalam jumlah berlimpah. Pada dasarnya tanaman Pisang Kepok akan dapat tumbuh dengan baik di daerah – daerah basah ataupun kering sekalipun.

Secara ‘fisiologi’ struktur batang tanaman ini menyimpan banyak kandungan air yang cukup melimpah. Tetapi jika kondisi terlalu kering maka tanaman Pisang Kepok kurang mampu menghasilkan buah yang diharapkan.

Kondisi ideal sebagai lokasi tanam terhadap Pisang Kepok adalah pada daerah yang memiliki iklim tropis dengan kondisi tanah yang basah dan lembab.

Perlu diperhatikan keadaan angin, jikalau ditanam pada daerah yang rentan berangin besar maka akan beresiko pohon mudah rebah serta dedaunan menjadi mudah rusak karena pohon Pisang Kepok mempunyai sistem perakaran serabut sehingga rentan sekali roboh apabila terkena angin besar.

Tempat ideal yang bagus dimanfaatkan sebagai lokasi tanam Pisang Kepok adalah memiliki curah hujan 1.520 hingga mencapai 3.800 mm per tahun dengan catatan terdapat dua bulan kondisi kering.

Jika curah hujan terlampau besar maka bisa dengan mudah menyebabkan munculnya masalah lain yaitu ‘intensitas’ terhadap serangan hama dan penyakit menjadi semakin besar. Juga dapat menyebabkan mudah mengalami genangan air terutama pada sistem perakaran tanaman yang dapat mengancam pertumbuhan tanaman menjadi kurang sehat.

3. Kondisi Tanah

Kondisi tanah haruslah subur dan gembur, karena diketahui bahwa tanaman Pisang Kepok akan banyak menyerap unsur hara di dalam tanah.

Selanjutnya lakukan pemupukan dengan memperhatikan pemilihan tanah yang banyak mengandung zat kapur sebagai salah satu lokasi tanam terhadap bibit tanaman Pisang Kepok unggulan. Tanaman ini mampu tumbuh dengan subur pada ketinggian tempat antara 1.000 s/d 2.000 mdpl.

4. Pembibitan

Secara garis besar pembibitan Pisang Kepok dapat dilakukan dengan metode perbanyakan yang bersifat ‘vegetative’ termasuk di dalamnya adalah cara perawatan takni dengan memilih salah satu anakan dari pohon indukan.

Untuk memperoleh bibit unggul anda harus mempunyai criteria bibit sebagai berikut : pilih bibit anakan yang berasal dari pohon indukan dengan kualitas baik, pilih anakan dari pohon yang mampu menghasilkan buah berukuran besar, tinggikan anakan hingga mencapai ukuran 1 s/d 1,5 meter, pilih anakan dengan pohon banyak tumbuh daun – daun muda yang masih menggulung dengan warna daun yang sehat, dan yang terakhir adalah pilihlah bibit anakan yang mempunyai bonggol berukuran besar sebab kemungkinan tumbuhnya menjadi lebih besar karena mempunyai cadangan makanan yang lebih luas.

5. Pengolahan Lahan

  • Siapkan lubang tanam masing – masing dengan mengaplikasikan garpu berukuran 50 x 50 dan kedalaman 50 Cm. Selanjutnya isikan pupuk kandang sebanyak 5 Kg untuk masing – masing lubang tanam.
  • Beri jarak antar lubang tanam atau dikenal dengan istilah jarak pertanaman yang dibuat sepanjang 3 x 3 meter.
  • Selanjutnya biarkan lubang tanam hingga satu minggu, barulah dapat ditanami dengan bibit unggul pilihan.

6. Penanaman Pisang Kepok Ke Lahan Tanam

  • Buanglah beberapa daun bibit pilihan untuk mengurangi masalah penguapan. Daun yang dimaksud adalah daun usia tua lalu hanya disisakan daun yang muda / baru berbentuk tunas remaja saja.
  • Langsung saja tanam bibit ke dalam masing – masing lubang tanam yang sudah tersedia. Selanjutnya tutup kembali lubang tanam hingga padat namun jangan sampai keras.
  • Apabila perlu berikan ‘ajir’ guna menopang bibit agar tidak mudah roboh.
  • Tahapan terakhir adalah anda harus melakukan perawatan dan pemeliharaan sehingga hasil panen yang akan diperoleh menjadi optimal.

Perawatan, Pemeliharaan, Pemupukan, Penjarangan Tanaman, Penyiangan, Pembungkusan Buah Dan Pemotongan Jantung Pisang

Perawatan dan pemeliharaan tanaman Pisang Kepok meliputi beberapa hal sebagai berikut :

Pemupukan yang ideal dilakukan dua kali dalam setahun. Seperti diketahui bahwa tanaman Pisang pada umumnya memerlukan zat kalium dalam jumlah yang cukup besar.

Satu hektar tanaman buah Pisang Kepok membutuhkan sekitar 207 Kg Pupuk Urea, 138 Kg Pupuk Super Fospat, 600 Kg KCL, dan 200 Kg Kapur. Perawatan dengan pemupukan dapat dilakukan pada daerah ‘perakatran’ tanaman. Pemupukan awal dilakukan sekitar 6 bulan setelah masa tanam.

Agar tanaman mampu tumbuh dengan ideal maka dalam satu rumpun tanaman hanya dipelihara sekitar 3 s/d 4 anakan saja. Tanaman Pisang Kepok dapat tumbuh dan berkembang biak dengan cepat. Saat tanaman sudah mencapai usia dewasa maka mereka akan menghasilkan anakan dalam jumlah besar.

Disarankan dalam satu rumpun hanya dipelihara 3 s/d 4 anakan dan sisanya harus dibuang guna menjaga penyerapan nutrisi serta pertumbuhan dan kualitas buah menjadi ideal.

Lakukan penyiangan untuk menyingkirkan gulam sebagai tanaman pengganggu di sekitar kebun. Lakukan tahapan ini secara rutin guna menjaga pertumbuhan Pisang Kepok menjadi optimal. Cabuti rumput – rumput liar dimana penyiangan ini sekaligus berfungsi untuk menjadi salah satu upaya penggemburan tanah.

Tanah gembur akan menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan akar yang bagus, terutama ketika tanaman mulai menghasilkan buah, maka jantung pisang yang berukuran sekitar 25 Cm harus dipotong. Setelah itu buah bisa dibungkus dengan memakai plastik yang berfungsi untuk menghindarkan buah dari serangan hama dan penyakit.

Buah Pisang Kepok yang dijaga dengan baik dengan cara dibungkus plastik akan menghasilkan kualitas dan harga yang cukup bagus dibandingkan dengan buah yang dibiarkan dalam kondisi terbuka. Plastik pembungkus diberi lubang sekitar 0,5 s/d 0,6 cm untuk fungsi mengeluarkan air dari dalam plastik sehingga membantu penguapan bagi buah.

Pemanenan

Panen Pisang Kepok dilakukan sejak usia 90 s/d 100 hari semenjak musim tanam Pisang Kepok dimulai. Sebatang Pohon Pisang akan menghasilkan setandan buah Pisang Kepok.

Kriteria panen dapat dilihat dari ukuran buah yang sudah mulai besar (maksimal) dan daun tanaman yang sudah mulai mengering, maka sejak saat itu tanaman sudah dapat dipanen.

Nah itulah beberapa cara tentang bagaimana cara budidaya Pisang Kepok agar berhasil dengan cara yang benar dan tepat. Selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *