Cara Budidaya Tanaman Padi Dengan Metode Sri

Cara Budidaya Tanaman PadiMetode budidaya yang dipilih terhadap budidaya padi organik secara SRI pada umumnya mampu menghasilkan produk – produk akhir berupa beras organik yang mempunyai kualitas sempurna sebagai salah satu pilihan beras sehat bisa dilihat dari beberapa aspek berikut ini : aspek lingkungan, kesehatan, produktivitas yang cukup tinggi bagi para produsen atau petani, penerapan dan pengaplikasian metode yang mampu meningkatkan hasil panen dengan keuntungan optimal, dan aspek kualitas produk yang tinggi.

Prinsip – Prinsip Budidaya Padi Organik SRI

  • Bibit muda harus berusia sekitar 12 hari setelah masa semai saat bibit masih berdaun sebanyak 2 helai.
  • Bibit yang ditanam sebanyak satu pohon perlubang harus berjarak minimal 25 cm persegi.
  • Lakukan pindah tangan sesegera mungkin sekitar 30 menit dan dilakukan hati – hati agar tidak mudah putus.
  • Penanaman padi pada umumnya dengan melalui perakaran yang cukup dangkal.
  • Perhatikan pengaturan air, pemberian air maksimal 2 cm dan hindari mengairi tanah secara terus – menerus hingga terendam dan penuh, namun hanya memberikan aura lembab (dikenal dengan istilah irigasi berselang atau terputus – putus).
  • Perhatikan kondisi peningkatan aerasi tanah dengan melakukan penggemburan atau pembajakan.
  • Perhatikan penyiangan sejak awal yaitu sekitar 10 hari dan bisa diulang – ulang sebanyak 2 s/d 3 kali melalui interval 10 hari.
  • Jagalah keseimbangan biota tanah dengan mengaplikasikan pupuk organik.

Apakah Keunggulan Budidaya Padi Organik SRI ?

Ada beberapa keunggulan dari anda melakukan budidaya padi organik SRI anatar lain  tanaman hemat air, hemat dalam hal pengeluaran biaya, karena hanya membutuhkan benih sekitar 5 kg per hektar dan tidak membutuhkan biaya pencabutan bibit, pindah bibit atau tenaga tanam kurang, dll. Hemat waktu yang berpengaruh bagus terhadap produksi awal menjadi lebih meningkat dan ramah lingkungan.

Langkah – Langkah Dalam Budidaya Padi Organik Dengan Metode SRI

Seperti apakah cara / langkah dalam menyeleksi benih padi organik agar menghasilkan yang terbaik maka simak penjelasan dari kami tersebut di bawah ini :

Tahapan 1 : Penyemaian

Langkah pertama yang dilakukan adalah menyemai benih dengan melakukan seleksi benih dimana kegiatan ini dimaksudkan agar anda bisa menanam benih sebaik – baiknya. Benih padi yang dimanfaatkan untuk luas area sekitar 200 meter persegi adalah sebanyak ½ kilogram dimana untuk dapat mengecek baik buruknya benih dapat dilakukan dengan menguji benih di dalam semangkok air bersih maka akan terlihat benih – benih yang baik tenggelam sementara yang busuk atau kososng adalah mengapung.

Untuk memastikan kedua kalinya benih dalam kondisi baik maka diuji sekali lagi dengan memasukkan ke dalam air yang sudah diberi garam yang cukup guna menguji benih adalah larutan ini apabila dimasukkan telur maka telur akan dengan ringan terapung. Benih yang baik adalah benih yang tidak tenggelam dalam larutan garam seperti halnya telur yang dicemplungkan. Selanjutnya benih – benih yang sudah diuji selama 24 jam ditiriskan dan diperam 2 s/d 3 hari pada tempat yang lembab hingga keluar calon tunas untuk selanjutnya disemaikan pada media tanah dan kemudian pupuk kompos diberikan sebanyak 10 kg. Setelah umur semai sekitar 7 s/d 12 hari maka benih padi sudah siap ditanam.

Tahapan 2 : Pengolahan Lahan

Dapat dilakukan dengan cara membajak dan mencangkul dilakukan minimal 2 kali pembajakan yakni membajak secara kasar dan pembajakan halus diikuti dengan pencangkulan. Selanjutnya aliri dan rendam dengan air lahan sawah selama 1 hari saja dan pastikan keesokan harinya benih telah disemai sudah siap ditanam yakni mencapai umur sekitar 7 s/d 12 hari. Usahakan bibit disemai tidak melebihi usia 12 hari karena apabila terlalu tua maka tanaman menjasi sangat sulit untuk melakukan adaptasi karena akar terlanjut membesar.

Tahapan 3 : Penanaman

Sebelum ditanam, lakukanlah pencaplakan / membuat jarak tanam yang baik adalah jarak tanam sesuai dengan metode SRI yakni tidak terlalu rapat biasanya 25 x 25 cm atau 30 x 30 cm. Lakukan penanaman dengan cara memasukkan satu per satu bibit di dalam satu lubang tanam dan jangan terlalu dalam agar akar dapat dengan leluasa bergerak.

Tahapan 4 : Perawatan

Yang terpenting perlu diperhatikan adalah menjaga aliran air supaya sawah tidak tergenang secara terus – menerus namun lebih fokus kepada pengaliran air saja. Maka dari itu petani harus setiap hari melakukan kontrol dan menutup serta membuka pintu air dengan rutin dan teratur.

Berikut di bawah ini kami berikan panduan pengairan SRI :

  • Untuk penanaman yang dangkal tanpa digenangi air, mecek – mecek, hingga anakan sekitar 10 s/d 14 hari. Lanjutkan dengan isi air guna menghambat pertumbuhan rumput liar dan pemenuhan kebutuhan air guna melumpurkan tanah, digenangi hingga tanah tidak tersinari matahari maka selanjutnya dialiri air saja.
  • Seminggu sekali jika jarang ada pertumbuhan yang signifikan maka boleh dilakukan pemupukan.
  • Ketika tanaman mulai berbunga tanda bahwa umur sudah memasuki usia 2 bulan maka harus digenangi lagi dan saat akan panen dikeringkan lagi.
  • Mulai melakukan cara penanganan secara manual dengan menciptakan orang – orangan sawah untuk menakut – nakuti hama burung, penyemprotan dengan pestisida hayati serta untuk jenis penyakit biasa dengan cara mencabut dan membakar tanaman yang terlanjur terkena penyakit daun menguning. Pencegahan dapat dilakukan dengan penanaman secara serentak agar hama dan penyakit tidak mudah datang, pemilihan bibit yang sehat, pengaturan air yang sempurna, dan dengan memberlakukan sistem budidaya tanaman sehat.
  • Hama lainnya yang kerap menyerang adalah hama putih, wereng, thrips, walang sangit, kepik hijau, tikus, dan burung sedangkan penyakit adalah penyakit bercak daun cokelat, penyakit blast, busuk pelepah daun, fusarium, penyakit kresek atau hawar daun atau penyakit tungro.

Tahapan 5 : Panen

Secara garis besar padi mulai berbunga pada saat berumur 2 s/d 3 bulan dan sudah bisa dipanen rata – rata umur sekitar 4 s/d 6 bulan tergantung jenis dan varietas masing – masing. Setelah usai masa panen padi bisa dijual langsung atau dijemur dulu sekitar 2 hari barulah kemudian dijual atau digiling berupa beras atau tepung untuk dikonsumsi.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang cara budidaya tanaman padi dengan metode SRI semoga bermanfaat.

Baca juga : Perbedaan Sintesis Protein Dengan Ekspresi Gen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *