4 Cara Budidaya Labu Siam Untuk Pemula

Cara Budidaya Labu Siam – Labu siam ini dikenal juga dengan sebutan labu jepang, bisa juga disebut sebagai waluh siem dan labu jipang. Tanaman ini tumbuh merambat dan memiliki buah yang lebih besar daripada kepalan tangan dan juga memiliki bentuk yang bulat ke bawah.

Karena buah ini mengeluarkan getah, maka jika ingin mengolahnya, harus direndam dalam air terlebih dahulu.

Syarat tumbuh yang tepat untuk menanam labu siam ini adalah pada ketinggian 200-1000 mdpl. Tanaman ini mampu untuk beradaptasi dengan baik, karena mampu untuk beradaptasi di segala musim, seperti tidak kekurangan air pada musim kemarau, atau pada saat musim hujan, tanaman ini dapat menyesuaikan kandungan airnya.

Labu ini dapat tumbuh secara optimal pada tanah yang kering, berdrainase baik, gembur, kadar pH kurang lebih 5-6,5 dan juga kaya akan bahan-bahan organik. Rata-rata lahan yang ada di Indonesia, memiliki sifat yang asam namun proses pengapuran untuk meningkatkan pH dapat diabaikan.

Berikut cara budidaya labu siam :

  1. Cara menanam

Cara yang baik untuk menanam labu siam adalah dengan mengambil biji dari tanaman yang sudah tua, lalu peram ditempatyang lembab hingga tunasnya keluar.

Baca juga : Fungsi Utama RNA

Benih yang digunakan untuk menanam adalah sekitar 650 biji/ha. Namun sebelum melakukan penanaman, ada baiknya apabila tanah yang hendak ditanami diolah terlebih dahulu dengan cara dicangkul hingga tanahnya menjadi gembur. Kemudian berikan pupuk kandang disekitar lubang untuk menanam. Untuk membuat lubang, gunakan tugal.

Kemudian buatlah parit untuk pengairan dengan dibuat sekeliling lahan dan juga diantara baris tanaman. Masukkan 2-3 biji kedalam setiap lubang tanam, kemudian tutupi dengan tanah dan camuran pupuk kandang, jangan lupa untuk diberi ajir agar tanaman dapat merambat dengan baik.

  1. Memelihara labu siam

Salah satu cara memelihara tanaman adalah dengan proses penyiangan. Penyiangan dapat dilakukan secara teratur. Ketika tanaman labu siam telah menghasilkan sulur-sulur, makaselanjutkan dapat ditambahkan ajir untuk proses rambatan.

Ajir dapat dibuat dari bambu yang dibelah menjadi dua, kemudian anjir ditancapkan disekitar pokok batang. Tinggi ajir jika diukur dari permukaan tanah bisa dibuat sekitar 1,5 m. Kemudian masing-masing bambu yang telah dijadikan tiang rambatan disambung dengan bambu lain pada bagian atas.

Hingga akhirnya berbentuk seperti kotak-kotak yang saling tersambung. Kemudian tambahkan bambu dalam posisi membujur agar setiap bidang kotak menjadi 30 x 30 cm. Tujuannya adalah agar buah labu dapat tumbuh dengan sempurna dan memudahkan untuk dipetik. Ajir dibuat kuat agar dapat menyangga buah labu siam yang berat.

  1. Pengendalian hama dan penyakit

Hama dapat dikendaikan dengan menggunakan insektisida yang dapat dibeli ditoko, agar hama tidak dapat merusak tanaman dan membuat tanaman menjadi mati. Namun jika tanaman terserang penyakit, maka buanglah bagian tanaman yang terserang penyakit, agar tidak sampai menyebar ke bagian tanaman yang lainnya.

  1. Panen dan pasca panen

Tanaman sudah dapat dipanen pada saat kurang lebi berumur 4 bulan setelah masa tanam. Cara memanennya yaitu dengan memotong tangkainya dengan pisau, namun jangan sampai buahnya jatuh ke tanah, karena dapat menyebabkan buah menjadi lecet dan mengurangiharga jualnya.

Baca Juga : Cara budidaya bayam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *